Terbentuknya organisasi Pasca.
ketika Pasca berada dibawah kepemimpinan Ust Khanifum Mushoffa, pada tahun 2011, Ust Arinal Haq Zakiyyat mempelopori berdirinya induk organisasi Pasca Amtsilati (Oscamts) yang pertama diketuai oleh Ust Hadi Ainul Yaqin setelah persaingan ketat dirinya dengan kang sudirman. Tujuan dari dibentuknya Oscamts selain untuk mengatur jalannya program setiap organisasi di pasca dan memonitori segala kekurangan yang asrama miliki juga untuk membentuk karakter mental d a n melatih individu dalam skill kepemimpinan. sebagai induk dari semua organisasi yang ada di pasca, oscamts bertugas mengawasi dan menjaga keadaan tiap organisasi, maka semua anggota oscamts harus lah orang yang amanah, jujur, bertanggung jawab, kompeten, dan berpengalaman, tapi tidak ada orang yang bisa langsung memiliki itu semua. maka dari itu oscamts melatih agar bisa mendapatkan itu semua, agar bisa berorganisasi. Sebenarnya se m u a orang punya potensi untuk berorganisasi, akan tetapi mereka yang telah menjadi bagian dari Oscamts hanyalah orang yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk berorganisasi.
Di periode pertama oscamts, pondasi pondasi organisasi baru di bentuk, dengan Ust. Hadi Ainul Yaqin sebagai ketua pertamanya. Mungkin program saat itu masih belum sempurna, karena pada dasarnya oscamts masih membentuk pondasi sebagai organisasi besar.
kemudian di periode kedua oscamts akan dilanjutkan dan dinahkodai oleh ust. Imam Badruddin.
Periode Ust Imam Badruddin (2012-2013)
Pada tahun 2012, Imam Badruddin terpilih menjadi ketua Oscamts periode ke-2 dengan Habib Ridho bin Yahya sebagai wakilnya, dimasa ini, hanya ada dua organisasi yang berada dibawah naungan Oscamts. Yaitu PFA (Pasca Football Association) dan Orkes. Meskipun seperti itu, tugas-tugas organisasi yang belum terbentuk (Fana, Lansahaba dan NA) sudah ada. Seperti Bahtsul Masail, pembuatan mading dan dekorasi, dimana tugas-tugas itu masih diemban oleh Oscamts. Selain itu, penataan dan menghias asrama dimasa ini sangat diutamakan, seperti mengecat kawasan kumuh, dan kamar. Juga adanya penataan liga-liga yang diselenggarakan oleh PFAsupaya lebih rapi dan konsisten.
Periode Ust Aziq (2013-2014)
Diawal periode, atas arahan Ust Arinal, ust. Aziq membentuk tiga organisasi baru yaitu Fana, Lansahaba, dan Nahdlotul Adzkiya. Dengan masing masing-masing tugas yang berbeda, Fana (forum Anak Aktif) yang bergerak dalam bidang kesenian, acara, dan talenta. Lansahaba yang bergerak dalam bidang jurnalistik (menyediakan sarana informasi), dan Nahdlotul Adzkiya yang bergerak dalam bidang pendidikan. Tujuan lain dari dibentuknya organisasi-organisasi tersebut, juga untuk memaksimalkan program kerja Oscamts yang dirasa perlu tenaga tambahan dan pemfokusan, juga mengambil alih beberapa tugas Oscamts di beberapa bidang yang sebelumnya semua tugas dipikul oleh organisasi Oscamts sendiri. Sebelumnya dimasa ini ada empat organisasi yang akan dibentuk, selain Fana, Lansahaba dan Nahdlotul Adzkiya, yaitu organisasi “Pecinta Alam”, yang kemudian berhasil dibentuk pada tahun 2015, dan masuk naungan Oscamts pada tahun 2020. Organisasi tersebut adalah “Alam Taro”.
-Program kerja unggulan
Khitobah Sughro pertama terdapat pada periode ini, meskipun Khitobah Sughro sendiri adalah program kerja Fana tapi tetap saja, ini adalah program besar yang membutuhkan naungan. Sebagai program favorit, Khitobah Sughro bertujuan sebagai ajang pencarian bakat. Juga referensi untuk mempersiapkan acara-acara seperti KBRI, HUT RI, Mukhotim, bahkan wisuda. Selain Khitobah Sughro, juga ada metode pembelajaran melalui bioskop, yang diadakan setiap minggu oleh Oscamts, dengan metode nonton bareng yang tidak monoton, diharapkan santri benar-benar mengambil pelajaran dari film tersebut. Filmnya pun bukan sekedar film, melainkan film yang memiliki pelajaran-pelajaran tertentu, seperti “Al-Fatih” dll.
-Permulaan nama KBRI (Khitobah Kubro
Republik Illiyyin)
Terinspirasi dari nama geng jemuran, Negara Kesatuan Republik Jemuran (NKRJ) yang terdiri dari empat huruf, maka diambil dari masing-masing huruf depan perkata, nama KBRI pun terbentuk dimasa ini. KBRI sendiri adalah nama yang dipakai asrama illiyyin pasca saat itu untuk ikut serta dalam event khitobah kubro antar asrama. Karena ketatnya daya saing antar asrama, Illiyyin ingin tampil berbeda, dengan nama baru yang lebih kece.
Periode Ust Agus Busyiri (2014-2015)
Pada periode ini, Oscamts lebih berfokus pada pendidikan, seperti diadakanya program Istighosah Akbar guna menyambut ujian tri wulan, dan Seminar Pendidikan Illiyyin (SEMPIL), sempil sendiri merupakan program dimana para alumni memberikan nasihat kepada para santri diasrama pasca. yang diadakan ketika ada alumni Pasca yang berkunjung ke pondok.
Program istighosah yang bertujuan mendoakan kelancaran proses ujian tri wulan santri, disamping itu juga menjadi sumber pemasukan yang terbilang lumayan, dari santri yang ingin mengirim Al-fatihah atau pun menghadlorohi keluarganya, bisa menyetorkan nama arwah, dengan tarif 500 rupiah per arwahnya.
-Akhir semester, jejak emas…
Diawal tahun 2015, Ust Lukman varozdaq (sebagai kepala daerah saat itu) membentuk tiga organisasi baru atas arahan Ust Arinal yang dimana tiga organisasi ini belum masuk naungan Oscamts dan masih tak menentu, tiga organisasi ini adalah Alam Taro, IBP (Illiyyin Berbudi Pekerti) dan Javanese Corner, yang pada tahun 2020 mendatang tiga organisasi ini akan masuk naungan Oscamts, dan kemudian Javanese Corner berganti nama menjadi IBASA (Illiyyin Berbahasa).
Periode Ust Ulin Nuha (2015-2016)
Berkat masa ini, Oscamts menjadi anak sulung Pasca, sudah mampu untuk menghasilkan uang sendiri, mandiri dan lebih maju, bahkan bukan hanya Oscamts, organisasi lainnya pun dituntut untuk dapat menghasilkan penghasilan sendiri , seperti;
-PFAdengan kas liga sepakbola (pendaftaran tiap tim)
-Orkes dengan menjual buku terlantarnya (jual barang bekas)
-Lansahaba dengan penjualan buletin (jual karya sendiri)
-Nahdlotul Adzkiya dengan denda (santri yang tidak mengikuti atau telat mengumpulkan jawaban musyawarahnya).
Dimasanya juga, hubungan antar anggota Oscamts dengan santri berjalan harmonis, seperti yang terlihat dari seringnya organisasi ini memberikan penghargaan tertentu kepada geng-geng atau perkumpulan daerah. Berkat itulah, pasca bisa sangat berkembang dan saat itu Oscamts benar-benar menjadi perwakilan rakyat pasca.
-Media pertama
Media Pasca pertama ada pada tahun ini yang dimana hanya ada blogspot yang setiap minggunya diisi oleh Lansahaba, karena dulu masih belum ada YouTube, Instagram maupun Facebook, Yang ada hanyalah blogspot. saat itu Blogspot yang diciptakan Ust Lukman varozdaq bertujuan untuk memberi informasi seputar Pasca kepada para masyarakat luas.
-Kemenangan di event KBRI
Mengenai event KBRI yang terselenggarakan, asrama pasca berhasil menjadi juara 1 sebanyak 2 kali. Hal ini tentu tak terlepas dari eratnya hubungan yang dimiliki sebagian besar santri terhadap para anggota Oscamts. Dan hal ini pula yang menegaskan kelayakan asrama Illiyyin Pasca sebagai penyandang gelar asrama terbesar di darul falah.
-Bioskop, ada uang ada solusi.
Ditahun sebelumnya, dimasa periode ust. Agus Busyiri, ust. Ulin Nuha menjabat sebagai bendahara Oscamts, beliau tahu betul kendala terbesar Oscamts pada saat itu ada pada keuangannya, dimulai dari tidak adanya sumber pemasukan tapi dana yang dikeluarkan sangatlah besar, sehingga program berjalan kurang maksimal. Dan selanjutnya, dimasa beliau sendiri, beliau ingin Oscamts mempunyai sumber pemasukan yang memadai, maka diadakanlah “Bioskop” yang menjadi program hiburan santri juga sumber pemasukan utama Oscamts. diadakan setiap jum’at, dengan hanya memakai laptop, proyektor dan layar banner seadanya, program bioskop ini di kemudian hari mulai di adakan di asrama lain karena memang Program “Bioskop” ini menjadi hiburan favorit para santri, bahkan hingga sekarang. Disamping itu, suksesnya program ini juga berkat dukungan dan
bantuan para asatidz (Ust Arinal, Ust Lukman dan Ust Syafaat) yang senantiasa membuktikan cintanya pada Pasca.
Periode Qomar, Ismed (2016-2017)
Dizaman ini, Oscamts terbagi menjadi dua kubu, yaitu Oscamts Senior dan Oscamts Junior, dimana Oscamts Senior berposisi sebagai pengamat Oscamts Junior. Dan berlanjut hingga pergantian kepala daerah Ust Ridho (dulu pembimbing Oscamts dipegang langsung oleh kepala daerah).
Ditengah semester, karena suatu problematika, ketua organisasi Oscamts saat itu yaitu kang Qomar berencana mengundurkan diri, tetapi urung dilakukan, Dan pada akhirnya ia harus mengundurkan diri dari jabatan sebagai Ketua Oscamts karena sakit yang dideritanya. Dan posisi ketua di semester kedua dilanjutkan oleh Ismed, yang sebelumnya berposisi sebagai wakil ketua.
Periode Nurhidayat (2017-2018)
Dari mulai masa ini, Oscamts yang terbagi menjadi dua kubu, yaitu Oscamts Senior dan Oscamts Junior, akhirnya menjadi satu. Karena Oscamts Senior dimasa ini sudah tidak ada lagi, jadi Oscamts hanyalah Oscamts, tidak ada senior maupun junior.
Dan dimasa ini pembimbig Oscamts untuk pertama kalinya dipegang oleh selain kepala daerah, yaitu oleh Ust Badrus Sholeh. Hal ini terjadi setelah adanya ketegangan antara anggota Oscamts dan para pengurus Campus. Yang memang karena beliau juga termasuk alumni Oscamts, dan juga pernah menjadi ketua PFAdimasa sebelumnya.
Periode Rifqi Ramdhani (2018-2019)
Persaingan antar organisasi asrama dimasa ini sangatlah ketat, bahkan bisa dibilang bukan rival biasa, ketika antar anggota organisasi bertemu, ataupun berpapasan, seringkali mereka terlihat seperti membenci satu sama lain. “Wah gak beres ini kalo dilanjutin terus” mungkin itu kata yang terbesit di hati Rifqi Ramdhani saat itu, yang membuat Rifqi Ramdhani akhirnya memutuskan untuk bekerjasama dengan UstAbdillah sebagai ketua Permata saat itu.
Dan hasil kerjasama dua organisasi tersebut, menuai banyak respon baik, hingga mereka berkolaborasi dalam mensukseskan acara Silatnas dan Hari Santri yang dinahkodai oleh Ust Husni Mubarok yang pada saat itu masih menjadi ketua ekskul.
-Fasilitas lengkap, program pun lengkap.
Karena disetiap selesai acara fasilitas sering kali hilang, maka dibentuklah sesie aset yang bertugas mendata dan menjaga aset yang ada, seperti kostum atau bahkan solasi. Dan dimasa ini untuk pertama kalinya Oscamts mempunyai kamera, yaitu Sony Mirrorless Alpha A7 III yang dulu juga sering digunakan dalam acara-acara pondok. Bukan hanya kamera, keinginan untuk mempunyai laptop pun akhirnya terwujud dimasa ini. Karena kelangkaan alat-alat ini, untuk prosedur peminjaman alat ini sangatlah khusus, Harus ada tiga persetujuan dulu, yaitu Ust Ridho (sebagai Kepala Daerah), Ust Badrus (sebagai Pembimbing Oscamts) dan Rifqi Ramdhani (sebagai Ketua Oscamts).
Periode Abu Yazid Al-bustomi, Alfa Izza (2019-2020)
Baru sebentar ia dilantik sebagai ketua Oscamts yang baru, dirinya terpaksa meletakkan jabatan lebih cepat setelah mendapat mandat dari Abah yai untuk menyiarkan Amtsilati di lingkungan luar pondok. Kang Alfa Izza yang saat itu menjadi wakil ketua akhirnya mengambil tampuk kepemimpinan Oscamts dan memimpin Oscamts di periode itu . Dizamanya, terjadi sebuah pembangunan besar-besaran di asrama pasca yang berupa pengecoran atap asrama pasca yang sebelumnya masih berupa genteng.
PeriodeAlfa izza ( 2020-2021)
Pada periode ini Oscamts dibimbing oleh Ust Khaeru Fathurrohman. Dimasa ini kekeluargaan menjadi kekuatan utama Oscamts, karena dengan kebersamaan mampu menciptakan kekuatan besar. Setelah menjadi ketua Oscamts yang kedua kalinya, kang Alfa Izza membuat terobosan baru, atas perintah dari ustadz Abdussalam sebagai kepala daerah, kang Alfa Izza memasukkan 3 organisasi baru ke dalam naungan Oscamts. Ke-3 organisasi itu adalah organisasi yang sudah ada sejak lama, namun baru masuk ke dalam struktur kepengurusan Oscamts di periode ini. Mereka adalah IBP, Alam Taro dan Javanese Corner. Alasan dibalik masuknya organisasi-organisasi ini adalah agar memiliki program yang lebih terstruktur dan rapi, juga agar tidak terluntang-lanting seperti sebelumnya.
Disini awal akun Instagram Oscamts terbentuk, dengan tujuan menyebarkan informasi seputar Illiyyin juga mendokumentasikan peristiwa penting di Pasca. Disini juga, berkat kerja keras anggota Oscamts dan organisasi Fana, Illiyyin mampu mendapat juara 1 dua kali berturut-turut dalam perlombaan hias asrama 17Agustus.
Program-program yang diusung olehnya diantaranya adalah LISBON, program ini bertujuan memberikan orientasi kepada santri baru Pasca yang baru saja lulus dari Darussalam. Tapi, Baru saja 2 kali LISBON diselenggarakan, disaat Lisbon ke 3 akan di selenggarakan muncul mandat dari pihak pondok yang melarang diadakannya program ini, dan hingga buku ini ditulis, program ini masih belum diaktifkan kembali.
Periode M Irkhamni Wildan Surya N (2021-2022)
Suara-suara yang bergemuruh menandai kampanye nya di istora pasca, program-program yang diusungnya membuat ia terpilih menjadi ketua Oscamts dengan kemenangan mutlak. Diawal masa jabatan, kang Irkhamni yang merupakan mantan ketua PFA dan juga Ibasa, bersama dengan Ust Faza Wirda sebagai pembimbingnya menyampaikan program-program unggulan Oscamts yang akan direalisasikan dikemudian hari, seperti;
-ILB(Illiyyin berbahagia)
Sebuah program hiburan santri yang didalamnya berisi bazar yang diselengarakan di lapangan istora Illiyyin. Selain menyediakan berbagai makanan, minuman dan jajanan, acara ini juga bekerja sama dengan MAS ARIN yang ikut menyelanggarakan program mereka, yaitu PURBA (Pepustakaan Terbuka) yang telah terlaksana sebanyak 3 kali saat itu. Tak hanya itu, didalamnya juga terdapat live music dengan vocal-vocal kelas atas. Hal yang menjadikan sebagian besar santri menjadi senang sekaligus sebagai pemasukan besar untuk Oscamts. Diawal terselanggaranya program ini, banyak partisipan yang turut andil dalam program ini dengan berbagai dagangan mereka.
-Oscfit (Oscamts Outfit)
Dengan semakin banyaknya santri yang membuat kaos mereka sendiri dan dengan semakin maraknya slogan “tentang pasca yang tak akan ada habisnya” maka dibuatlah program ini, yang mana, dengan menjual kaos bertemakan Illiyyin, diharap santri Pasca dapat menambah cintanya pada Pasca. Hal ini juga bisa menjadi salah satu sumber pemasukan Oscamts.
-KBRI (khitobah kubro republik illiyyin)
Setelah berhenti selama 2 tahun semasa corona, akhirnya lomba khitobah kubro antar asrama kembali diselenggarakan. Hal ini terjadi setelah event khitobah kubro diubah menjadi MKS (Malam Kreasi Santri). Namun setelah dilakukan beberapa kali percobaan, akhirnya event khitobah kubro dikembalikan. Hal itu tentu merupakan kabar gembira bagi seluruh asrama di pondok Darul Falah, dengan adanya kembali acara yang sangat bergengsi ini, asrama Illiyyin kembali tampil dengan harapan merebut kembali piala juara 1 setelah 2 edisi sebelumnya puas dengan selalu menjadi Runner Up. Dan dari hasil jerih payah para santri pasca akhirnya KBRI dapat terselenggarakan dengan tema “Wis Wayahe Santri” yang diselenggarakan pada tanggal 5
September 2022.
Dan pada hari Rabu Tanggal 30 November, Pengumuman juara khitobah yang dinanti semua santri akhirnya disampaikan secara terbuka Lewat acara pembubaran pengurus masa bakti 2021-2022, Di asrama illiyyin, Dengan perolehan juara satu khitobah kubro yang tentunya diraih oleh………… Asrama Surga………….. Illiyyin.
-Salam dari campus
Program ini adalah program yang dilaksanakan apabila ada seorang Ustadz campus atau Alumni campus yang akan boyong, program ini sendiri biasanya akan berisi sesi Tanya jawab, pemberian pesan dan kesan dari yang bersangkutan, dan juga pemberian kenangan pada Ustadz-ustadz yang akan boyong. acara ini biasanya ikut dihadiri seluruh santri pasca dan para asatidz campus serta dimeriahkan oleh tim TJ (Tuyurul Jannah).
-Revolusi
Selain program kerja unggulan, dimasa ini juga Oscamts sudah mulai bergerak dalam ranah pondok dengan tali silaturahmi antar organisasi asrama yang tak terputus…
Organisasi-organisasi Oscamts yang lain pun mengalami peningkatan pesat, dari mulai saling menjalin kerja sama, seperti Lansahaba, yang bekerjasama dengan Lajnah Ta’lif untuk membantu Tim HistorIlliyyin dalam mewujudkan buku sejarah Illiyyin yang pertama kali di terbitkan. Tim Histor illiyyin adalah sebuah tim yang dibentuk atas perintah Ust Abdussalam kepada kang Irkhamni yang akhirnya terbentuklah tim ini dengan salah satu penulis ulung diasrama pasca saat itu sebagai ketuanya, yaitu kang Rossihan Anwar. Organisasi Ibasa juga tak ketinggalan, mereka bekerja sama dengan mukhotimin kitab Fathul Muin 2021 dalam pembuatan kamus “Umdatuna” kamus kosa kata sulit dalam kitab fathul muin.
Selain hal-hal tadi, Alam Taro juga mengalami kemajuan yang pesat dengan program mereka yang memberi pengetahuan kepada masyarakat luas dengan mengadakan pratikum fiqih. Selain itu, organisasi PFA juga mempunyai fasilitas sendiri dalam menyelenggarakan pertandingan cabang olahraga. Organisasi Time Line yang notabenenya adalah pendatang baru tentu tak akan kalah dalam hal berkembang, organisassi itu kini sudah mampu melengkapi peralatan seperti lighting, printer, gimbal dll. Jadi jika ditilik dari keadaan organisasi saat itu, bisa dibilang Oscamts telah berhasil mengatur organisasi di bawah naungannya. Selain itu dibentuknya organisasi baru (Time line) juga bukti kemajuan dimasa periode ini, diharap dapat memaksimalkan Oscamts yang telah ada dan pada masa ini pula tercetuslah slogan “tentang pasca yang tak pernah ada habisnya “.

